Assalamu'alaikum
Perkenalkan. Saya Satya Sudaningtyas. Keluarga memanggil saya dengan sebutan Tia, sedangkan teman-teman memanggil saya dengan sebutan Satya. Kalau Ayahnya anak-anak dan anak-anak sih manggilnya Ibuk.
Iya, saya ibu muda berputriputra. Yang pertama putri, namanya Zizi. Yang kedua putra, namanya Thariq. Saat nulis ini, usia mereka 3 tahun 6 bulan dan 2 bulan.
Jadi ceritanya, terinspirasi oleh sobat saya yang lemah lembut, kreatif, sholehah, baik hati, dan tidak sombong, hehe, saya meneguhkan diri bikin blog ini. Kata sobat saya, blog adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg2. Sepakattt.
Tapi, sobat, selain uneg2, blog bisa juga digunakan untuk merekam hidup kita dalam bentuk tulisan yang dengannya kita bisa bernostalgia dan ketawa-ketawa sendiri mengingat betapa lugudan alaynya kita dulu. Hehehe.
Selain itu, seorang teman kerap menuliskan "saya menulis, maka saya ada". Dipikir2 bener juga yaa. Tulisan kitalah, entah bermutu atau tidak, yang bisa tetap ada walo kita sudah tiada. Tulisan di imel teman kita, di fesbuk, di twitter, di sosial media lain, termasuk di sini. Semakin mantaplah saya membuat bloglagi. Hehe.
Perkenalkan. Saya Satya Sudaningtyas. Keluarga memanggil saya dengan sebutan Tia, sedangkan teman-teman memanggil saya dengan sebutan Satya. Kalau Ayahnya anak-anak dan anak-anak sih manggilnya Ibuk.
Iya, saya ibu muda berputriputra. Yang pertama putri, namanya Zizi. Yang kedua putra, namanya Thariq. Saat nulis ini, usia mereka 3 tahun 6 bulan dan 2 bulan.
Jadi ceritanya, terinspirasi oleh sobat saya yang lemah lembut, kreatif, sholehah, baik hati, dan tidak sombong, hehe, saya meneguhkan diri bikin blog ini. Kata sobat saya, blog adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg2. Sepakattt.
Tapi, sobat, selain uneg2, blog bisa juga digunakan untuk merekam hidup kita dalam bentuk tulisan yang dengannya kita bisa bernostalgia dan ketawa-ketawa sendiri mengingat betapa lugu
Selain itu, seorang teman kerap menuliskan "saya menulis, maka saya ada". Dipikir2 bener juga yaa. Tulisan kitalah, entah bermutu atau tidak, yang bisa tetap ada walo kita sudah tiada. Tulisan di imel teman kita, di fesbuk, di twitter, di sosial media lain, termasuk di sini. Semakin mantaplah saya membuat blog
Hmm, apalagi yaaa.. Pada akhirnya, saya berdoa semoga seiring dengan kemantapan saya, keistiqamahan saya untuk menulis pun tetap terjaga. Aamiin..
Wassalamu'alaikum
Komentar
Posting Komentar