Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Melatih Kemandirian : Aliran Rasa

Orang tua mana yang tidak bahagia melihat anaknya mandiri? Kalau saya sih bahagia banget. Hehehe. Bukan, bukannya merasa repot dengan kehadiran dan rengekan mereka, tetapi salah satu tujuannya adalah, suka tidak suka, untuk mempersiapkan anak-anak agar dapat terus melanjutkan hidup jika orang tuanya tidak bisa mendampinginya lagi. Qadarullah, dalam dunia ini ndak ada yang instan. Untuk membuat mie instan pun ada prosesnya. Mulai dari menakar air, merebus, memasukkan mie, hingga mencampur mie dan bumbunya agar diperoleh sajian yang menggugah selera. Hmmmm, jadi laper. 😂 Back to topic, seperti juga membuat mie instan, ada proses berkesinambungan yang perlu dilakukan untuk melatih kemandirian anak. Pada saat prosesnya pun diperlukan kesabaran yang cukup banyak bagi orang tuanya. Sabar ketika proses latihannya belum memberikan kemajuan. Sabar untuk menikmati ritme anak yang, mungkin, bagi orang tua terasa lambat. Sabar untuk tidak membantu anak. Dan sabar untuk terus menyeman...

#CeritaZizi : Aku Belajar Pipis di Kamar Mandi #day4

Alhamdulillah Zizi sudah semakin mahir membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi usai pipis. Masih harus diingatkan untuk membasuh kakinya juga, tetapi secara keseluruhan sudah banyak kemajuannya. Dia juga tidak keberatan jika diminta memakai celananya sendiri, asalkan sudah dalam posisi benar. Hehe. Jadi dia tinggal memegang dengan tangan, lalu memasukkan kakinya. Hari ini sehabis mandi pagi, dia juga berinisiatif memilih pakaiannya sendiri. Pakaian yang sudah saya siapkan ditolak dengan halus sambil berkata, "Yang ini untuk setelah bobok aja, Buk." Oke deh, as you wish, Nduk. Oia kejutan lagi, Zizi sudah bisa melipat handuk dengan rapi. Ceritanya, dia berfantasi layaknya di pantai. Dia menggelar handuk serta membuka payungnya. Permainan ini kelihatannya memang cukup sering dimainkan Zizi bersama temannya, Ayya. Nah, ketika permainan sudah selesai, dia pun menyerahkan handuknya kepada saya sambil berkata, "Ini, Buk, sudah selesai." Saya menerimanya sambil sed...

#CeritaZizi : Aku Belajar Pipis di Kamar Mandi #day3

Alhamdulillah hari ini Zizi sudah mau membersihkan dirinya sendiri di kamar mandi setelah pipis. Saya hanya mengawasinya dari belakang sambil sesekali mengingatkan untuk membersihkan kakinya. Keluar dari kamar mandi, dia juga mau memakai celana dalam dan celananya sendiri. Yeayy, alhamdulillah, Zizi hebat mau berusaha mandiri. Lalu, ketika mandi sore, dia juga bersemangat ketika saya menyuruhnya untuk mandi sendiri. Ketika dia menyabuni tubuhnya, saya meminta izin padanya untuk memberikan sabun di bagian belakang tubuhnya. Kemudian, saya memberinya semangat untuk mengguyur tubuhnya dengan air. Alhamdulillah dia mau melakukannya. Kejutannya lagi, saat kegiatan mandi sudah selesai, dia berinisiatif untuk memilih bajunya sendiri. Wah, aha moment buat saya. Saya pun mengijinkannya sambil menyemangatinya agar mau memakai bajunya sendiri. Dia mau dengan syarat semua bajunya sudah diposisikan dengan benar, terkait bagian depan dan belakangnya. Oke, saya pun menyetujuinya. Alhamdulillah...

#CeritaZizi : Aku Belajar Pipis di Kamar Mandi #day2

Alhamdulillah hari ini Zizi sudah mau menyiram pipisnya di kamar mandi. Mengingat adanya kemungkinan najis bila tidak ditangani dengan benar, saya masih mengawasi di belakang Zizi ketika latihan kemandirian ini dilakukan. Sejauh ini perkembangannya sudah cukup baik. Semoga dengan semakin sering berlatih, Zizi akan semakin mahir melakukannya. Oia hari ini ada kejutan menyenangkan. Zizi mau belajar memakai baju sendiri. Sedikit tidak sabar ketika mengenakan kaos dalamnya, tetapi saya berusaha menyemangatinya. Alhamdulillah Zizi berhasil memakai baju sendiri dengan sedikit bantuan, yaitu penataan awal terkait bagian depan dan belakang bajunya. Yeayy, besok kita belajar lagi yuk, Zi. 😉 #Harike8 #Tantangan10hari #GameLevel2 #KuliahBundaSayang #MelatihKemandirian #InstitutIbuProfesional

#CeritaZizi : Aku Belajar Pipis di Kamar Mandi #harike1

Waaa ndak terasa tantangan game level 2 sudah masuk hari ke-12. Saya laporannya masih hari ke-6. Ketinggalan buanyakk.. Hehehe. Tapi insyaaAllah masih berniat untuk mengejar ketertinggalan. Pada hari ini, sembari latihan mandi dan makan sendiri, Zizi mulai belajar bagaimana proses toilet training itu. Selama ini Zizi sudah bisa dan mau buang air kecil di kamar mandi. Tetapi, kalau dia kebelet, dia akan meminta tolong kepada saya untuk melepas celananya, membersihkan dirinya, serta memakai celananya kembali. Mulai hari ini, saya akan menyemangati Zizi untuk mau melakukan semua kegiatan ketika pipis. Alhamdulillah, hari ini berjalan cukup lancar. Ketika Zizi meliuk-liuk tanda sudah cukup lama menahan pipis, saya mengingatkannya untuk segera ke kamar mandi. Lalu, saya menahan diri untuk tidak membantunya melepas celananya. Celana berhasil dilepas, dia pun lari terbirit-birit menuju kamar mandi. "Sudah, Buk," teriak Zizi dari dalam kamar mandi, tanda bahwa pipisnya sudah seles...

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan Sendiri #day6

Beberapa hari ini, saya dan Zizi tidak begitu sehat. Saya sempat batuk pilek, sedangkan Zizi batuk saja. Karenanya, alih-alih memanfaatkan malam hari sebagai waktu untuk menceritakan kembali keseharian kami, saya memilih untuk beristirahat memenuhi hak tubuh. Apalagi saya sedang menyusui, tidak sembarang obat bisa saya minum. Alhamdulillah, kondisi saya membaik dengan istirahat dan mengkonsumsi vitamin C. Baiklah, mari kita lanjutkan cerita tentang perkembangan latihan kemandirian Zizi. Alhamdulillah, Zizi sudah menunjukkan kemajuan saat mandi. Tetapi saya masih belum melepasnya karena dia masih belum bisa keramas sendiri. Zizi memiliki trauma terhadap guyuran ke kepalanya. Jadi memang untuk latihan mandi ini, saya sudah memaklumi kondisinya. InsyaaAllah kondisi ini akan segera membaik dengan semakin bertambah umurnya. Tentang makan sendiri, alhamdulillah dia sudah mau mencoba. Awal-awal hanya sarapan saja, tetapi akhir-akhir ini sudah mau makan malam sendiri. Salah satu triknya, say...

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan sendiri #day5

Alhamdulillah, saat makan malam, Zizi mau makan sendiri. Walaupun hanya mau beberapa suap saja, kemudian selebihnya meminta saya yang menaruh makanan di sendoknya sehingga dia tinggal memasukannya ke mulutnya. Saat ia berusaha makan sendiri, saya pun juga berusaha keras. Ya, saya berusaha keras untuk menahan diri ketika melihat Zizi yang susah payah menyendok makanan. Menahan diri untuk tidak berkomentar maupun membantu. Inginnya bilang, "Udah sini biar cepet disuapin aja." Tetapi kalau begitu terus kapan bisanya. Hehehe. Yuk, Nduk, sedikit demi sedikit tunjukkan kemandirianmu. #Harike5 #Tantangan10Hari #GameLevel2 #MelatihKemandirian #KuliahBundaSayang #InstitutIbuProfesional

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan Sendiri #day4

Ya ampun, hampir lupa bikin laporan perkembangan tugas kemandirian Zizi. Hari Minggu sih yaa, berasa pengen males-malesan. Hehehe. Alesannya bisaa aja. Tapi hawa-hawa bahwa Minggu ini pengennya males-malesan ternyata juga nular ke Zizi. Bangun tidur biasanya udah semangat mandi, hari ini tadi enggak. Jadi yaa, dimandikan lagi. Hehe. Tapi kalau sikat gigi, alhamdulilah sudah mau sendiri. Karena hari ini  utinya berangkat ke pasar pagi-pagi, jadi ketika Zizi bangun sudah ada jajanan pasar di meja makan. Akhirnya sebelum mandi, dia sudah makan bubur. Makan sendiri atau disuapin? Keduanya. Awalnya mau makan sendiri, tengah-tengah minta disuapin. Yowes lah, seperti biasa, ibuk yang naro di sendok, Zizi yang menyuap ke mulutnya sendiri. Kurang lebih 2 jam kemudian sepertinya dia lapar lagi karena mulai tanya, "Ada kue, nggak?" Ditawari maem nasi, nggak mau. Ditawari maem sereal, mau. Okelah kalau begitu, sarapan babak kedua ya, Nduk. Alhamdulillah mau makan sendiri, yeayy. Terak...

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan Sendiri #day3

Alhamdulillah , masuk di hari ke 3 latihan kemandirian. Dua hari pertama lancar. Nah, hari ini di tengah-tengah sarapan tiba-tiba Zizi minta disuapin. Hehehe. Bener kan, menjaga konsisten ini lebih berat daripada memulai. Ibuk pun berpikir lagi untuk mengakali permintaannya. "Ayo, kemarin kan sudah hebat karena makan sendiri. Bisa kan. Jadi sekarang maem sendiri juga. Kan ditemani ibuk," saya merayunya. "Iya, bisa. Tapi aku maunya disuapin ibuk ," Ah elahh, Nduk. Lagi kepingin manja rupanya. "Yawes, mangkuknya dibawakan ibuk. Ibuk ngambil maemnya di sendok, tapi Mbak Zizi yang nyuapin sendiri ya. Bagaimana?" saya mencoba bernegosiasi dengannya. "Okee," dia menjawab sambil tersenyum senang. Bagaimana dengan mandi sendiri? Sebelas dua belas nasibnya. Jangankan mandi sendiri, diajak ke kamar mandi aja nggak segampang biasanya. Mungkin karena hawa-hawa hari Sabtu, bawaannya pingin bersantai-santai. Apalagi di televisi ada kartun yang belum pern...

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan Sendiri #day2

Melanjutkan latihan kemandirian kemarin, hari ini alhamdulillah bangun paginya Zizi tanpa drama. Usai bangun, dia minta sarapan. Saya segera menyiapkan sereal, buah pear, dan mangkuk, lalu menyajikannya di mangkuk. Saya memberikan padanya sambil berkata, "Yuk, maem sendiri lagi. Mbak Zizi bisa ya." Sambil masih sedikit bermalas-malasan, dia menyuapkan sendok ke mulutnya. Setelah sereal berpindah ke mulutnya, dia berjalan kembali ke tempat tidur di sisi televisi. Hezzzz, saya sedikit kesal melihatnya, tetapi berusaha untuk tidak marah. Alih-alih, saya terus menyemangatinya, "Ayo Mbak Zizi bisa maem sendiri. Maem itu duduk, bukan berbaring." Waktu berlalu, sudah hampir satu jam dan makanannya belum habis juga. Kalau dibiarkan, makanannya bisa berubah rasanya. Mau saya bantu, saya bimbang karena berarti apa yang saya usahakan akan gagal. Huffh.. Lalu, saya mengambil mangkuknya dari meja. Saya mendekati Zizi, saya angkat mangkuk itu mendekati posisinya sambil berkata,...

#CeritaZizi : Aku Belajar Mandi dan Makan Sendiri #day1

Matahari sudah menyapa Bumi ketika saya membangunkan Zizi. Seperti biasa, usai mengucap salam dan menciumnya, saya mengangkatnya ke tempat tidur di dekat televisi. Meskipun masih terpejam, senyum menyungging di bibirnya ketika ia saya letakkan. Sambil menggeliat, ia pun menanyakan keberadaan adiknya. Ahh, alhamdulillah, saya mengucap syukur atas keingintahuannya pada adiknya. Saya menjawab bahwa adiknya sedang digendong oleh mbahkungnya, sembari dalam hati berdoa semoga Allah menguatkan bonding antara kakak beradik ini. Sebelum membangunkannya, saya telah memasak air untuknya mandi di ketel berpeluit. Tak menunggu lama, usai dia bangun sambil mengucek mata, ketel berbunyi tanda air telah matang. Tanpa meminta pendapatnya, saya segera membantunya melepas pakaian dan menggiringnya ke kamar mandi. "Yuk, coba mbak Zizi belajar pake sabun sendiri," ujar saya dengan intonasi ramah. "Oke" "Zizi yang bagian depan, ibuk membantu di bagian belakang. Boleh?" ...

Kuliah Bunda Sayang : Melatih Kemandirian

Alhamdulillah game level 1 kuliah Bunda Sayang IIP sudah selesai. Mulai hari ini, kami mendapatkan tantangan baru, yaitu melatih kemandirian anak. Selama periode tantangan (17 hari), minimal ada 1 tugas kemandirian yang dilatih dan maksimal 4 tugas kemandirian. Pada game kali ini, saya memilih Zizi (4 tahun) sebagai partner tantangan saya. Fasilitator saya, Mbak Putri, memberikan referensi terkait Latihan Kemandirian sesuai usia. Untuk usia 1-5 tahun, latihan kemandirian yang bisa dilakukan yaitu 1. Mengontrol diri sendiri 2. Mengutarakan keinginannya 3. Menyapih 4. Makan sendiri 5. Memilih baju dan berpakaian 6. Membersihkan diri di kamar mandi (toilet training) 7. Membereskan mainan 8. Meletakkan baju kotor dan piring kotor di tempatnya 9. Mencuci baju atau piring kotor Poin 1 sampai 5 dilakukan di usia 1-3 tahun, sedangkan poin 7 sampai 9 dilakukan di usia 3-5 tahun. Untuk poin 6 bisa dilakukan hingga usia 5 tahun. Mengacu poin di atas, Zizi sudah cukup mahir mengerjak...