Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Posesif

Sejak awal, saya menyayangi lelaki ini. Kalau kata orang, inilah love at the first sight. Matanya, mulutnya, hidungnya, masyaaAllah begitu menarik hati. Lelaki ini pun senang sekali jika saya ada di dekatnya. Dia sering kali menatap lekat mata saya, sambil tersenyum manis. Ahh, sungguh menawan hati. Tetapi, lelaki ini tidak mau ditinggal sendiri. Sepanjang hari, dia minta ditemani. Kegiatan makan, minum, dan ke kamar mandi pun harus saya lakukan dalam tempo yang cepat sekali. Alhamdulillah, dia agak tenang di malam hari. Kadang ia terbangun, tetapi kemudian tidur kembali ketika saya memberinya ASI. Ya, lelaki kecil yang sangat posesif ini bernama Thariq, putra kedua keluarga kami. :) Kadang, keposesifan Thariq membuat saya rindu menggendong Zizi. Pun memeluk Zizi saat dia tidur. Ada malam menyedihkan ketika Zizi yang saat itu pilek ngelindur merintih karena hidungnya mampet, tetapi saya ndak bisa memeluk atau sekedar mengelus punggungnya karena sedang menyusui Thariq. Ahh..sudah l...

Celoteh Zizi

Suatu ketika di usianya yang ke 3, saat menjalani episode LDM bersama Ayah. Ibu : Ayah pulangnya kapan ya Zi? Zizi : Jam seribu Ibu : 😅😅😅 Di kesempatan lain Ibu : Dek Thariq kok nangis aja ya Zi. Kenapa adek Thariq ini? Zizi : Kangen ayahnya paling *muka lempeng *padahal dia yang kangen Ibu : 😂😂😂 Di lain waktu, ketika mengajak berbicara adiknya. Zizi : Thariq jangan nangis. Ayah masih ker..ja cari reje..ki.. Nanti Ayah pulang. Ibu : 😂😂😂😂 Suatu saat ketika Ayah sedang sholat, masih di usianya yang ke 3 Zizi : Ibuk, boleh lewat sini? *mau lewat di sajadah tempat Ayah sholat Ibu : Ndak boleh lewat di depan orang yang sedang sholat. Zizi : Kan itu Ayah, bukan orang. *mungkin maksudnya bukan orang lain Ibu : 😑😑😑

Zizi, Ini Cerita Saat Kamu di Perut Ibu (part 2)

Melanjutkan cerita di part 1... Entah karena kurang banyak porsinya atau apa, es krim dan coklat belum berhasil meningkatkan berat badanmu, Zi. Ibu pun curhat ke grup moms. Salah satu dari mereka menyarankan agar Ibu memperbanyak konsumsi protein, salah satunya telur ayam kampung rebus. Demi kenaikan berat badanmu, 3 butir telur ayam kampung pun Ibu konsumsi setiap hari. Bosen? Jelas. Tapi apapun Ibu lakukan demi kesehatanmu, Nak. Hari berganti. Tiba-tiba kaki Ibu memerah. Dimulai dari telapak kaki lalu perlahan menjalar ke tungkai. Saat kontrol ke dokter, Ibu menunjukkan kondisi tersebut. Dokter sedikit panik curiga bahwa itu DVT (deep vein thrombosis), pembekuan darah pada pembuluh vena. Dokter pun meminta Ibu melakukan 3 jenis tes dan merujuk Ibu ke dokter spesialis penyakit dalam. Sepulang dari kontrol, Ibu googling tentang DVT. Salah satu kondisi yang bisa terjadi dari DVT adalah gumpalan darah terbawa aliran darah ke tempat lain dan menyumbat pembuluh darah di tempat lain itu,...

Zizi, Ini Cerita Saat Kamu di Perut Ibu (part 1)

Alhamdulillah, menjadi ibu adalah salah satu anugerah Allah yang luar biasa. Dan setiap kehamilan serta persalinan adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kali ini, Ibu ingin mengenang kembali apa yang Ibu dan Ayah hadapi saat Allah menitipkanmu di perut Ibu, Zi. Menangis bahagia adalah respon Ibu saat pertama kali melihat garis rangkap 2 di test pack. Ayahmu pun langsung memeluk Ibu. Tetapi, kami masih belum berani berharap sebelum periksa ke dokter. Alhamdulillah, dokter mengkonfirmasi kehamilan Ibu. Masih 6 minggu katanya dan sudah terlihat kantung kehamilannya. Di episode awal kehamilanmu, mual dan muntah tidak begitu mengganggu, tetapi Ibu menjadi begitu sensitif terhadap bau bumbu masakan, terutama laos. Kalau masak sih ndak masalah. Pas makan, hmmm, aromanya bikin nafsu makan hilang. Pernah suatu ketika Ibu memaksakan diri makan. Tidak lama setelah itu, Ibu muntah. Ayah yang khawatir terhadap kesehatanmu dan Ibu akhirnya memarahi Ibu. Ibu yang sebenarnya juga khawatir akan kese...

Perkenalkan.. ^_^

Assalamu'alaikum Perkenalkan. Saya Satya Sudaningtyas. Keluarga memanggil saya dengan sebutan Tia, sedangkan teman-teman memanggil saya dengan sebutan Satya. Kalau Ayahnya anak-anak dan anak-anak sih manggilnya Ibuk. Iya, saya ibu muda berputriputra. Yang pertama putri, namanya Zizi. Yang kedua putra, namanya Thariq. Saat nulis ini, usia mereka 3 tahun 6 bulan dan 2 bulan. Jadi ceritanya, terinspirasi oleh sobat saya yang lemah lembut, kreatif, sholehah, baik hati, dan tidak sombong, hehe, saya meneguhkan diri bikin blog ini. Kata sobat saya, blog adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg2. Sepakattt. Tapi, sobat, selain uneg2, blog bisa juga digunakan untuk merekam hidup kita dalam bentuk tulisan yang dengannya kita bisa bernostalgia dan ketawa-ketawa sendiri mengingat betapa lugu dan alaynya kita dulu. Hehehe. Selain itu, seorang teman kerap menuliskan "saya menulis, maka saya ada". Dipikir2 bener juga yaa. Tulisan kitalah, entah bermutu atau tidak, yang bis...