Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Belajar Angka Lagi

Assalamu'alaikum, hai.. Hari ini saya mengajak Zizi belajar angka lagi dengan small number rods . Alhamdulillah sudah lebih baik dari terakhir belajar. Saat sesi hampir selesai, alhamdulillah ayah juga ikut serta menemani kegiatan.  Saat kegiatan berakhir, Zizi meminta ijin agar adapat memainkan tongkat-tongkatnya. Saya pun mengijinkan dengan syarat Zizi akan merapikannya kembali usai digunakan. Beberapa menit kemudian, Zizi sudah asyik berkreasi dengan balok aneka ukuran tersebut. Seakan tak mau kalah, adek Thariq juga ingin main. Adik Thariq lalu mulai mengambil tongkat-tongkat. Zizi tentu saja marah, lalu kembali saya ingatkan untuk berbagi. Alhamdulillah, Zizi lalu meminjamkan salah satu tongkatnya pada Thariq. Yaaa walaupun tongkat pembatas small number rods nya sih. Hehehe #HariKe4 #Tantangan10Hari #Level7 #KuliahBunsayIIP #SemuaBintang Thanks for reading, wassalamu'alaikum..^^

Nonton Film Bilal

Assalamu'alaikum, hai.. Malam ini secara spontan ketika suami mengutak-atik STB barunya, kami menemukan film animasi Bilal. Saya hanya pernah mendengar sedikit informasi tentang film ini, tetapi seingat saya film ini pernah dibahas atau muncul sekilas di program Khazanah Trans7. Film dimulai dengan adegan seorang ibu dengan kedua anaknya, laki-laki dan perempuan. Mereka hidup dengan bahagia sampai kemudian datang sekelompok pasukan yang memisahkan keluarga ini. Sang ibu tidak diceritakan lagi bagaimana nasibnya, mungkin dibunuh oleh pasukan itu, sedangkan kedua anak dijadikan budak oleh salah satu keluarga Quraisy, yaitu Umayyah. Cerita terus mengalir sehingga kemudian sampailah pada penggambaran tentang penyembahan berhala oleh kaum Quraisy. Di film diceritakan pula bahwa Ka'bah ditutup oleh kain-kain. Saya dan suami pun spontan bertanya pada Zizi tentang apa yang sedang kami lihat itu. Kami penasaran apakah dia bisa mengenali Ka'bah yang tidak biasanya digamb...

Bermain Peran

Assalamu'alaikum, hai.. Siang ini, Zizi ribut ketika mendengar tetangganya keluar rumah. Dia ingin ikut serta bermain. Karena makanan untuk makan siang sudah siap, saya tak ragu membukakan pintu untuknya. Tak lupa, si adek Thariq pun turut serta. Sambil membawa mobil-mobilan miliknya, Zizi pun mulai mengatur teman-teman agar mau bermain sesuai dengan kehendaknya. Iya, dia ini semacam sutradara kala bermain dengan siapapun. Pun, yang dimainkan biasanya tokoh acara televisi yang baru saja disaksikannya, seperti Ipin dan Puin, Omar Hana, Nussa Rara, dll. Agar hafal dialog para tokoh tersebut, sering dia melihat acara televisi favoritnya berkali-kali. Alhamdulillah, Zizi kelihatan berbakat dalam hal menginga, sesuatu yang tidak dimiliki oleh kedua orang tuanya. Atau apa karena faktor umur ya hingga jadi pelupa. Hehehe. "Hei, aku yang jadi Upin, kamu yang jadi Kak Ros ya." 'Buk, Zizi mau jadi Hana. Kan Hana ngasi kue ulang tahunke ayahnya. Mana ayahnya? Ibuk...

Bermain Bersama Teman

Assalamu'alaikum, hai... Setelah libur kurang lebih selama 2 pekan, perkuliahan Bunda Sayang dimulai kembali. Alhamdulillah sudah masuk tantangan ke 7 dengan tema Semua Anak adalah Bintang. Sejujurnya, saya masih meraba-raba bagaimana menaklukkan tantangan kali ini. Beberapa kata kunci yang saya baca ketika diskusi materi adalah observasi, proyek, ranah intrapersonal, ranah interpersonal, ranah perubahan, serta ranah spiritual. Kalau selama ini, menurut pengamatan saya dan suami, Zizi termasuk anak yang mudah bersosialisasi, bahkan dengan seseorang yang baru ditemuinya. Misalnya saja, dia dengan percaya diri menghampiri sekumpulan anak di masjid untuk bermain bersama. Pun demikian ketika kami berada di bandara. Saat saya sholat di musholla, rupanya dia telah akrab dengan salah satu calon penumpang cilik juga. Sayangnya pertemuan tersebut hanya sebentar karena kami berbeda tujuan. Dan banyaakk lagi kejadian serupa yang membuat kami sempat menyimpulkan bahwa Zizi adalah anak...