Sebelum memiliki anak, saya berniat untuk menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi dengan anak-anak saya kelak. Bukannya anti Bahasa Jawa, tetapi dahulu saya pernah membaca sebuah artikel bahwa penggunaan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi akan membiasakan otak kita untuk berfikir secara sistematis. Sayangnya, saya lupa judul serta penulis artikel tersebut. Lalu, Zizi pun lahir. Sejak kecil, saya selalu berkomunikasi dengannya dengan Bahasa Indonesia. Pun demikian dengan ayahnya. Tetapi, saya dan ayahnya masih sering menggunakan Bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari. Tak jarang, saya menjadi translator bila secara tidak sengaja Zizi mendengar kami berbicara kemudian menanyakan maksudnya. Tahun berganti, seingat saya Zizi mulai banyak berbicara di usianya yang ke delapan belas bulan. Apakah termasuk terlambat bicara? Beberapa artikel menyatakan demikian. Wallahu a'lam. Yang jelas di usianya yang ketiga, Zizi seperti mengalami ledakan kata. Ceriwis kalau orang bilang. ...