Ada yang tahu apa itu miliaria? Pernah denger? Bukan, ini bukan yang sering digombalin sama Dylan. Hehe. Kalo yang itu Milea. Miliaria ini adalah satu kondisi dimana kulit memerah, mruntus mruntus, dan biasanya dialami bayi.
Yak betul, miliaria adalah istilah medis dari kringet buntet. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah heat rash atau prickly heat. Dari namanya saja sudah bisa ditebak ya, biasanya lingkungan yang panas adalah penyebab munculnya kringet buntet ini. Jadi, salah satu treatment yang bisa dilakukan adalah mengatur suhu agar tidak terlalu panas. Bisa? Bisa dong pakai Air Conditioner ato AC.
Pati cenderung bersuhu lebih tinggi daripada Malang. Karenanya, sesuai prediksi, Thariq pun mengalami miliaria ini. Cukup parah. Dulu Zizi pun mengalaminya, tetapi tidak separah Thariq. Seingat saya, Zizi hanya mruntus di dahinya. Thariq mruntus di hampir seluruh badannya, mulai dari muka, tangan, dan bahkan kaki. 😅
Saya dan suami tahu bahwa miliaria ini adalah self-limiting-condition yang berarti nanti dia bakalan sembuh sendiri kok, tapiii yaa butuh waktu. Tetapi yang namanya hidup bertetangga itu kan ya banyak ceritanya. Hehe. Apalagi kami hidup di lingkungan para mbah yang sangat peduli, dalam konteks baik yaa, bukan sedang sarkasme ini. Jadi karena para mbah ini khawatir melihat kulit Thariq yang mruntus parah, maka mereka pun menyarankan beberapa treatments sesuai pengalaman mereka, di antaranya dikasi Caladine lotion, dibedakin tepung kanji, dan yang terakhir, dibedakin bedak merk Kuda Terbang. Konon katanya bedak ini ampuhhh banget, tetapi sulit dicari. Nah loh, nek angel golekane trus aku kudu piyeee 😂
Dari beberapa saran tersebut, saya prefer membedaki dengan tepung kanji, yang mana ibu saya pun juga menyarankan hal yang sama. Okelah kalau begitu, budal golek tepung kanji. Lalu, pergilah kami ke Ada Swalayan untuk berbelanja bulanan (eh, atau mingguan ya. Heheheh.. Piiizz Pak Suami 😝) Qadarullah, sabun mandi Thariq habis, jadi kami menuju rak sabun mandi bayi. Setelah memasukkan sabun yang biasa dipakai Thariq, kok ya mata saya ini masih jelalatan ngeliat aneka produk yang dipajang. Lalu, kok ya trus saya tertarik pada sabun batang berkardus jingga merk Caladine Baby. Saya ambil dan baca. Klaimnya, sabun tersebut bisa digunakan untuk meringankan kulit yang memerah akibat beberapa hal (saya lupa dan kardusnya juga sudah saya buang) termasuk ruam popok. Saya baca ingredients-nya salah satunya adalah minyak zaitun. Hmmm, kesan pertama ini sabun kayaknya boleh juga dicoba, siapa tahu bisa meringankan miliaria yang dialami Thariq. Akhirnya setelah ijin ke suami, sabun itupun masuk ke keranjang. Tepung kanjinya malah lupa ndak kebeli. 😅 Hahaha
Keesokan harinya, saya memandikan Thariq dengan sabun itu. Yah, seperti sabun biasa sih, tapi dia memang ndak sekesat Switzal setelah dibilas. Kesan yang bagus karena berarti detergent pada sabun ini sedikit. Tapi sepertinya sabun ini pedih di mata karena Thariq langsung mengucek-ucek matanya setelah secara tidak sengaja air bilasan sabun mengenai matanya. Setelah insiden ini, saya mengenakan washlap untuk mengelap sabun di area wajahnya.
Hari berganti hari, alhamdulillah kulit Thariq mulus kembali. Setidaknya perlu waktu 2 minggu untuk beradaptasi. Walau memang milaria ini slef-limiting-condition, tapi menurut saya sih sabun Caladine Baby ini tetep punya peran dalam hal ini karena memang perubahannya jelas terlihat setelah pakai sabun ini. Sampai tulisan ini saya tulis, sabunnya masih belum habis dan masih dipakai. Singkat kata, alhamdulillah saya puas dengan sabun ini sehingga dibikinlah tulisan ini kali aja ada ibu-ibu lain yang mengalami hal yang sama. Hehe.
Oia, karena miliaria Thariq ini, saya beruntung bisa konsultasi gratis tentang mpasi kepada salah satu dokter anak di Pati ketika memeriksakan Zizi. Tentang miliaria ini, saran dokter tersebut juga sama dengan mayo clinic, pake AC. Tapi, saya dan suami sepakat untuk menghindari AC supaya anak-anak tidak terlalu tergantung dengan AC. Kenapa? Karena tidak semua rumah yang mereka kunjungi nanti ada ACnya. Hehe. Daripada nanti repot dan malah ndak krasan yawes di rumah pun ndak usah pake AC yakk. Tapi kipas angin jangan ditanya,menyala 24 jam non stop. Hehehehe. Balik lagi ke pak dokter, saking serius dan lamanya kami ngobrol tentang mpasi sampai suster asisten dokter tersebut meminta Thariq untuk ditimbang, padahal Zizi yang jadi pasiennya. Hehehe. Kisah periksa Zizi ini lain kali saya tulis yaa. Seru dan tak terlupakan soalnya.
Oke, begitulah kisah Thariq vs miliaria. Semoga nanti-nanti ga muncul lagi miliarianya.
Disclaimer : tulisan ini murni pengalaman pribadi, bukan tulisan bersponsor 😉😊
Komentar
Posting Komentar