Semacam tagline salah satu produk makanan ya, tetapi itu juga yang sering terjadi pada Zizi.
Sore kemarin, sepulang dari bermain bersama teman-teman, raut wajahnya merengut. Melihat pemandangan tidak sedap itu, cepat-cepat saya mengambilkannya minum. Dia minum dengan segera, lalu mulai merengek.
Zizi : "Aku mau ke masjid." (setengah memaksa)
Ibuk : "Iya, tapi ngomongnya yang baik."
Zizi : "He em, ibuk nakal."
Lalu, rengekannya pun mulai bertubi-tubi. Mulai dari ke masjid, main lagi, minta kue, minta permen, dll. Saya berprasangka, sepertinya dia lapar. Maka, saya pun menawarinya makan.
Ibuk : "Mbak Zizi mau makan sama nugget atau sama telur?"
Zizi : "Ndak mau makan. Mau kue."
Ibuk : "Ndak ada kue."
Zizi : "Mau permen."
Ibuk : "Ndak ada permen."
Zizi pun mulai merajuk. Saya bangkit dari posisi saya, lalu berjalan dengan tenang mengambil piring. Beberapa saat kemudian, saya kembali ke posisi semula sambil membawa piring yang terisi nasi, lauk, dan sayur untuk makan sendiri. Dengan tenang, saya mulai memakan makanan saya. Lalu, Zizi pun mulai bersuara dengan tenang.
Zizi : "Buk, aku mau makan sama nugget."
Ibuk : "Sama mayones juga?"
Zizi : "Iya."
Alhamdulillah. Saya pun mengambilkan sesuai permintaan. Sambil menyuapi, saya menyisipkan pesan padanya untuk mengatakan apa yang dirasakannya.
Ibuk : "Jadi Zizi kalau lapar minta makan na.."
Zizi : "..si.."
Ibuk : "Iya, bukan kue atau permen. Oke?!"
Zizi : "Oke."
Baiklah. Kita lihat nanti ke depannya bagaimana ya, Nduk. Hehehe.
#hari9
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar