Langsung ke konten utama

Kebakaran di Hutan Hewan

Sore hari adalah jatahnya Zizi bermain di luar rumah. Alhamdulillah kami tinggal (sementara) di perumahan yang lingkungannya kece abis. Jalan di depan rumah yang cukup lebar serta one-gate system yang ada membuat anak-anak bebas bermain di luar tanpa khawatir dengan wira-wirinya kendaraan. Pun sekarang perumahan ini dilengkapi dengan pak satpam yang ramah, supel, tetapi tetap tegas terhadap para tamu, sehingga para orang tua menjadi lebih tenang melepaskan anak bermain di luar.

Kali ini, seperti sore-sore sebelumnya, Zizi berangkat dengan bersepeda. Dia menuju rumah Ayya, salah satu genks nya di perumahan ini. Mereka hanya berbeda 2 bulan saja umurnya. Sama-sama imut dan menggemaskan, apalagi jika mereka mulai berdialog dengan bahasa Indonesia yang baku. Hahaha. Karena Zizi asyik bermain di luar, saya pun bermain di rumah dengan Thariq. Lalu, kakak sepupu saya datang. Jadilah kami mengobrol sana sini sambil ngemong Thariq.

Saat seru-serunya ngerumpi, tiba-tiba Zizi datang bersama Ayya. Mereka bercerita dengan sangat antusias.

Zizi  : "Ibuk, hutan hewan-hewan kebakaran."
Ayya : "Kupu-kupunya lari. Terbang."
Ibuk  : "Iya ta? Trus-trus gimana?"
Zizi   : "Iya. Apinya besarr. Ayo, Buk, ayo kita lihat." (sambil menggandeng tangan saya)
Ibuk  : "Maaf, ibuk mau memandikan adik Thariq dulu. Zizi sama Ayya aja wes yang lihat."
Zizi   : "Yawes. Ayo Ayya."
Ayya : "Iya."

Setelahnya, saya bergegas memandikan Thariq. Zizi pun sudah asyik bermain, entah dimana. Menjelang adzan Maghrib, kakak sepupu saya pamit pulang. Lalu, kakaknya Ayya mampir ke rumah, menyampaikan bahwa Zizi dan Ayya sedang berebut sesuatu, batang bambu kalau tidak salah, dan tidak ada yang mau mengalah. Hahahaaa 😅 Akhirnya karena saya masih berkutat dengan Thariq, mbahkungnya yang keluar untuk turun tangan.

Tak lama kemudian, Zizi sampai di rumah dengan membawa batang pohon pepaya kering. Dia menyampaikan bahwa itu adalah sapu daun. Saya dan mbahkungnya hanya tersenyum mendengarnya. Ada-ada saja, pikir saya. Saya lalu meminta ijin kepada Zizi untuk meletakkan sapu daunnya di luar. Dia mengijinkan lalu bergegas minum air putih.

Setelah itu, saya mengajaknya melakukan video call dengan ayahnya. Entah kenapa, dia kurang antusias. Mungkin masih lelah usai berlarian tadi. Saya pun mengoper layar handphone pada Thariq sejenak. Beberapa menit kemudian, kembali saya mengarahkan layar pada Zizi yang sedang berbaring di tikar.

Zizi : "Emoh..emoh.."

Hmm, bisa galau lagi nih ayahnya nanti kalau anaknya nggak mau ditelepon, begitu pikir saya. Lalu, sambil tetap mengarahkan layar handphone pada Zizi, saya meneruskan video call itu.

Ibuk : "Ayah tau nggak?! Ada kebakaran di hutan hewan-hewan lo, Yah."
Ayah : "Lo iya ta, Buk? Terus bagaimana?"

Umpan berhasil, Zizi mulai mengangkat mukanya menghadap layar handphone.

Ibuk : "Iya, kupu-kupunya jadi terbang. Lalu, ayah kupu-kupu, ibu kupu-kupu, dan adik kupu-kupu mencari. Terus gimana, Zi?"
Zizi  : "Aku tidak tahu. Semuanya terbang ke atas." (Dia menjawab sambil berkerut2 dahinya, serius sekali. Haha)
Ibuk : "Memangnya siapa yang membakar, Zi?"
Zizi : "Dia memakai baju berwarna ungu dan kuning. Kayak di CD ku yang Doraemon itu."

Zizi pun asyik bercerita sembari sesekali saya bertanya ini itu agar ceritanya makin seru. Ayahnya juga tak kalah antusias menanggapi. Ceritanya pun mengalir lancar sambil improvisasi sana sini sampai akhirnya mendekati adzan Isya'. Ayah pamit ke masjid dengan riang setelah mendengar dongeng yang disampaikan anaknya. Hehe. Yeayyy, tetap ceritakan semua kisahmu pada kami ya, Nduk. Barakallahu fiikum. 😊

#hari10
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional

Komentar