Sore kemarin, saya memutuskan untuk ikut sholat Maghrib berjamaah di masjid. Thariq di rumah bersama Utinya. Sebelum berangkat, saya tak lupa memberi pesan ke Zizi.
Saya : "Di masjid itu sho.."
Zizi : "..lat.."
Saya : "Tidak.."
Zizi. : ".. teriak-teriak.."
Saya : "Tidak.."
Zizi. : "..jalan-jalan.."
Saya : "Oke. Sholat ya, Nduk."
Zizi. : "Iya."
Kami sampai di masjid saat iqamah berkumandang. Di dalam masjid ternyata sudah ada temannya. Zizi pun riang menyapa. Lalu, saya mulai sholat berjamaah. Zizi mengambil shaf di sebelah saya. Temannya berada di sebelah Zizi.
Selama sholat, temannya ini berjalan-jalan di masjid, bahkan di tempat sujud jamaah lain. 😅 Dia juga mengajak ngobrol Zizi dengan suara keras. Zizi alhamdulilah tetap mau tenang di tempatnya, seperti ada lem yang melekat di antara kaki dan tempatnya berdiri, wakakakakk. Ketika bercakap-cakap dengan temannya, dia sedikit berbisik memelankan suara. Iya betul, saya jadi ndak bisa konsentrasi sholat. Hahaha
Saat perjalanan pulang, saya mencoba merefleksikan apa yang dia lakukan.
Saya : "Tadi Zizi sholat?"
Zizi. : "Sholat."
Saya : "Beneran? Sholat apa enggak?"
Zizi : "Enggak" (sambil senyum malu-malu)
Saya : "Iya, tadi Zizi ndak sholat, tapi Zizi hebat karena tidak berjalan-jalan. Zizi diam di tempat, kan?!"
Zizi : "Iya" (ada sedikit kebanggan pada nada bicaranya) "Aku juga ngomongnya nggak buanter-buanter tadi kan, Buk?!"
Saya : "Iya. Mbak Zizi hebat karena tidak berjalan-jalan dan teriak-teriak saat sedang sholat." (saya memujinya, tulus)
Zizi pun tersenyum senang.
Saya : "Lain kali ikut sholat juga ya, Nduk"
Alhamdulillah, semua berproses, sedikit demi sedikit dan terus membaik. Ayok, Mbak Zizi, kita berproses bersama. 😉
#hari7
#tantangan10hari
#gamelevel1
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
Komentar
Posting Komentar