Langsung ke konten utama

Sepeda Baru Zizi

Proses toilet training Zizi masih berjalan. Kami (Zizi, ayahnya, dan saya) bersepakat bahwa Zizi akan mendapat hadiah sepeda jika ia mau BAB di toilet sebanyak 10 kali. Alhamdulillah, sekitar 3 hari yang lalu Zizi berhasil menyelesaikan tantangan yang kami berikan kepadanya. Kemarin, saat dia sekolah, saya membeli sepeda untuknya.

Pulang sekolah, Zizi senang sekali melihat sepeda barunya. Sepertinya dia sudah ingin segera mencobanya. Tetapi karena hari cukup terik, saya tidak memberinya izin.
"Pulang sekolah, istirahat dulu. Sore baru boleh bermain.", kata saya, singkat.
"Iya.", balasnya.

Sore harinya, dia bangun dengan penuh semangat. Tanpa drama. Tetapi rupanya, ban sepedanya bocor. Sudah berkali-kali Mbahkung memompa, tetapi masih belum juga terisi. Oia, sepedanya Zizi ini memang sepeda bekas. Istilah kekiniannya, sepeda preloved, oleh pemiliknya hanya dipakai sekali saat acara 17 Agustus kemarin. Bannya masih mulus bersih seperti baru keluar dari toko. Kondisi bannya yang demikian itu membuat saya lalai memeriksanya sebelum memutuskan untuk membelinya kemarin.

Mengetahui ban sepedanya bocor, Zizi pun kecewa.
"Zizi masih mau bersepeda?", saya bertanya kepadanya.
"Iya.", jawabnya, kurang bersemangat.
"Oke. Ini sepedanya bocor. Harus ditambal dulu di bengkel.", lanjut saya.
"Aku ikut.", dia meminta, setengah memaksa.
"Ndak bisa. Ndak ada tempatnya. Mbahkung sama ibuk saja yang berangkat. Zizi di rumah.", saya menjelaskan.

Ketika saya menyiapkan sepedanya untuk dibawa, Zizi masih juga berupaya untuk ikut ke bengkel. Iya, Zizi ini memang berkemauan keras (baca : ngeyelan. Hehe).
Dia pun mulai merengek, "Aku ikut, Buk."
"Tidak.", saya menjawab dengan tegas.
"Mbahkung di depan. Ibuk di belakang sambil memangku sepedanya. Ndak ada tempat buat Zizi.", saya menjelaskan sambil naik ke sepeda motor.

"Nah kan, kamu mau duduk dimana?", mbahkungnya bertanya ketika saya sudah berada di atas sepeda motor.
"Waaaa, mau ikuuuuttt.", Zizi mulai menangis.
"Zizi mau sepedaan kan? Kalau mau sepedaan, sepedanya harus ditambal bannya dulu.", saya berusaha menjelaskan.
"Sudah yaa. Ibuk berangkat, Zizi masuk rumah dulu.", saya pamit bersamaan dengan mulai melajunya sepeda motor.
"Waaaaaaaa, aku mau ikuttt.", sayup-sayup terdengar suara tangisnya sebelum akhirnya uti turun tangan ikut menenangkan.

Yahh, nggak setiap saat komunikasi produktif bisa memberikan hasil yang menyenangkan. Hehehe. Yang penting hari ini kita sudah berusaha ya, Nduk.

#hari3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional

Komentar