Mumpung suami dan nak kanak sudah tidur pulas, yuk marilah kita nulis kenangan di mari. Agar bisa dibaca suatu hari nanti sambil ketawa ketiwi. Agar bisa diceritakan kembali kepada saudara saudari. Hehehe.
Alhamdulillah, sudah sekitar empat hari, saya dan anak-anak berpindah domisili. Kalau suami sih terhitung sejak awal Juli. SKnya tanggal 2 Juli kalau tidak salah. Lalu diberikan waktu seminggu untuk menyelesaikan segala urusan ini dan itu. Kemudian pak suami berangkat hari Minggu tanggal 8 Juli diiringi doa dan derai air mata saya (tapi diempet di dalam hati), wakakak dari sanak famili. Ahh, semoga bisa menulis secara khusus kejadiannya. Hehehe.
Eh, jadiii, pindah domisili dimana? Di Indonesia Timur, saudara-saudara. Tepatnya, di Manokwari, Provinsi Papua Barat. Setelah sekian lama menetap di Jawa Tengah, akhirnya pindah juga. Hehe. Saya dan anak-anak baru menyusul pak suami setelah kurang lebih 4 bulan karena menunggu adanya tempat tinggal yang nyaman bagi anak-anak. Alhamdulillah, Allah Maha Pemurah. Kami menempati rumah dinas di daerah Sanggeng, Manokwari Barat. Rumahnya cukup luas, tetapi diperlukan sedikit perbaikan di sana sini. Perhatian kami terutama di kamar mandi, mengingat Zizi baru "sembuh" dari traumanya di kamar mandi. Jadi, sebelum kami berangkat ke Manokwari, pak suami merenovasi kamar mandinya dengan biaya yang cukup yaaaa di luar perkiraan. Hehehe. Gimana-gimana, harga bahan dan tarif pak tukang di sini beda jauuuuuhhh dengan di Jawa. Ndak apa-apa yaa, pak suami. Semoga Allah mengganti dengan yang jauhhhh lebih baik. Btw, papa gapapa juga udah kejadian inii, wakakakk.
Jadiiii, gimana kesannya setelah di sini? Hmmm, terus terang selama empat hari ini saya nggak ngapa-ngapain. Makan, dibelikan suami. Nyuci, dicucikan suami, pake mesin cuci sihh. Pengen minum kopi, dibikinin suami. E busettt ini istri cap apahhh.. 😁 Pun selama empat hari ini, saya belum pernah keluar komplek rumah dinasnya. Jadi masih belum paham dengan lingkungan sekitar. Alasannya sih, karena takut sama anjing yang berkeliaran. Hehe. Belakangan saya juga mendapati ada babi yang berkeliaran juga. 😬 Kata pak suami sih ndak apa-apa dan babinya juga hanya sedikit, tapi yaaa udahlah belum terlalu perlu ini buat keluar rumah. Hehehe.
Oia, di sini hampir setiap hari suasananya seperti di film Twilight : mendung. Pagi bisa muncul matahari, kemudian siang menjelang sore mataharinya mulai tertutup awan. Malam pertama malah hujan cukup deras, semacam air digelontorkan dari langit secara langsung. Saking derasnya, atap rumah sampai berbunyi, yang mana membuat Thariq heran dan kaget, lalu setengah berlari memeluk saya. Hehehe.
Belum ada perabotan apapun di rumah kami. Dan saya serta suami juga tidak berencana membeli banyak perabotan. Belajar dari pindahan Pati-Malang kemarin sih. Cukup kaget juga saya melihat betapa buanyaaakkk barang yang kami pindahkan. Hehe. Di rumah dinas ini sudah ada kompor, beberapa peralatan dapur, dispenser air, beberapa meja, rak kayu, serta AC. Nanti rencananya, saya pingin beli kardus-kardus bekas saja atau kontainer plastik yang muat di rak kayunya sehingga bisa digunakan untuk menyimpan baju beserta buku, tak perlu pusing membeli lemari. Hehe.
Hmmm, apalagi yaa?
Oia, alhamdulillah di sebelah rumah ada 3 anak kecil juga: Ahsan (5 tahun), Ika (3 tahun), dan Igam (2 tahun). Merekalah teman bermain Zizi dan Thariq. Ibu dan ayah mereka bekerja sehingga saya lebih banyak berinteraksi dengan nenek mereka. Yah, ketika kita baca "balita bermain" berarti yaaa seru-seruan rebutan dan nangis. Ato saling pukul antar saudara. Yahhh, begitulah anak-anak. 😅
Hmmm, sepertinya cukup segini dulu. Besok kami ada rencana keluar rumah untuk membeli beberapa perlengkapan rumah. Saya sudah bersemangat untuk mengabadikan beberapa foto lingkungan sekitar rumah karena beberapa teman penasaran ingin tahu.
Oke deh, sampai jumpa lagi. InsyaaAllah..
Komentar
Posting Komentar