Sampai hari ini, Zizi sudah pergi ke dokter gigi sebanyak tiga kali. Yang pertama dan kedua untuk perawatan giginya, sedangkan kali ini untuk mengantar ayahnya. Sebenarnya, pengalaman Zizi di dokter gigi tidak begitu baik, tetapi alhamdulillah dia tidak pernah menolak untuk diajak ke sana lagi. Dokternya sudah oke, namun karena Zizi memang sedikit peka dan reaktif, dua kali ke dokter gigi dua kali pula dia terisak ketakutan. Kunjungan pertama malah membuat mulutnya terluka, tetapi bu dokter yang sigap memberinya obat. Nampaknya, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi. Hehehe.
Karena ayahnya Zizi dan saya bersepakat untuk menjadikan kunjungan ke dokter gigi sebagai salah satu kegiatan rutin tahunan, maka ayahnya berniat untuk menunjukkan kepada Zizi bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan ketika kita duduk di kursi khas pasien dokter gigi itu. Kursi yang oleh Zizi disebut sebagai kursi pesawat karena bisa bergerak naik dan turun. Padahal Zizi belum pernah naik pesawat. Imajinasi yo, Nduk. Rencananya, ayah akan mengajak Zizi untuk duduk di pangkuannya ketika bu dokter mengutak atik peralatannya ke gigi ayah. Sayangnya, Zizi menolak ketika diminta ayah untuk duduk di pangkuannya, entah karena malu atau takut. Karena bisa menghalangi kerja dokter bila tetap di ruangan tersebut, maka dia pun keluar dari ruang praktek dan bermain bersama adik dan saya di ruang tunggu.
Setelah menunggu sekitar setengah jam, ayah keluar dari ruang praktek dokter. Zizi pun menyambutnya dengan suka cita. Hehehe.
Lalu, dia pun bertanya, "Ayah, apakah sakit?"
Ayahnya pun menjawab, "Sakit sedikit, tapi perlu dilakukan supaya sehat."
"Kalau aku sakitnya banyak. Eh enggak sih, sakit sedikit juga."
"Memang sakit, tapi kalau nggak dibersihkan, kuman-kuman dan cacingnya ndak keluar ya. Zizi mau nggak di mulutnya ada kuman dan cacing?" saya bertanya padanya.
"Nggak mauuu."
"Brarti mau ya ke dokter gigi lagi."
"Apa sekarang?"
"Endak, besok-besok kalau mau dibersihkan lagi."
Rencana boleh gagal, tapi pesan yang ingin disampaikan, bahwa ke dokter gigi itu tidak menakutkan, semoga bisa ditangkap Zizi dalam percakapan kami.
🍀🍁🍀🍁🍀🍁
Tema : Bereksplorasi Bersama Ayah
Materi : Berkunjung ke dokter gigi itu menyenangkan
Kecerdasan yang Dieksplorasi :
1. Ketrampilan sosial
2. Empati
3. Kemampuan mengelola emosi dan motivasi
#HariKe4
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Komentar
Posting Komentar