Langsung ke konten utama

Origami ala Ayah

Masih di rumah mertua. Sore kemarin, Mas Azka tiba-tiba ingin dibuatkan pesawat dari kertas. Ia menyodorkan secarik kertas kepada mbahkung. Mbahkung lalu nampak sibuk melipat-lipat kertas tersebut. Tak lama kemudian, beliau mendelegasikan tugas tersebut kepada suami. Mungkin bapak lupa. Hehe.

Azka segera memberikan kertas kepada omnya. Mengetahui hal itu, Zizi pun melakukan hal yang sama. Kepingin pesawat terbang juga, katanya. Okee, jadi yuk laksanakan proyek keluarga yaa. Ayah bertindak sebagai pimpro merangkap operator. Azka dan Zizi sebagai pelaksana sekaligus sie perlengkapan. Ibu bertindak sebagai sie keamanan.

Ayah menerima kertas yang disodorkan kedua bocah.

"Oke, gantian yaa. Mas Azka dulu ya Zi," kata ayah.

"Aku duluan," kata Zizi.

"Ayo, antri Mbak Zizi," saya meminta Zizi berdiri di belakang Mas Azka.

"Ndak mau. Aku duluan"

"Ayolah, antri biar segera dibuatkan"

"Aku dulu"

"Mas Azka, maaf ya, Zizi mau duluan. Mas Azka setelah Zizi ya," saya meminta tolong.

Alhamdulillah Mas Azka mau mengalah. Dia pun berdiri di belakang Zizi.

Nampaknya, ayah lupa bagaimana cara membuat pesawat kertas. Lipat sana, lipat sini selama beberapa menit, akhirnya jadi juga. Tetapi, alih-alih menjadi pesawat, origaminya berbentuk semacam burung. Ketika dicoba, bisa terbang juga sih, tetapi cepat dan mendaratnya pun tidak terlalu bagus.

"Ndak jadi pesawat ya, Zi. Jadi burung. Maaf ayah lupa."

"Ndak apa-apa, kan bisa terbang juga," saya mencoba menghibur anak-anak.

Alhamdulillah Zizi mau menerima origami tersebut. Ia lalu mengajak Mbak Riefa untuk bermain bersamanya. Ayah lalu membuatkan Mas Azka pesawat terbang. Alhamdulillah, kali ini ayah sudah ingat langkah-langkahnya sehingga pesawat kertas pun berhasil dibuat.

Pe er buat ibuk dan ayah nih untuk mengajari Zizi antri. Semangatttt..


#HariKe9
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Komentar