Bulan baru, semangat baru, dan, karena sedang kuliah Bunda Sayang, berarti juga tantangan baru. Alhamdulillah perkuliahan sudah sampai di level 3. Di level 3 ini, tujuan utamanya adalah meningkatkan kecerdasan anak, atau secara umumnya sih seluruh keluarga ya, melalui suatu proyek keluarga (family project). Kedengaran menantang kan yaa?! Apalagi di materinya dijabarkan tentang kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan menghadapi tantangan (adversity intelligence). Tidak seperti game sebelumnya, materi game kali ini tidak saya ceritakan kembali di sini. Kamu penasaran? Yuk ah ikut kuliahnya. Hehehe..
Oke lanjut yaa. Jadi, semenjak mengetahui tentang gerakan #menujuminimsampah, saya mulai menyebarkan budaya baik ini ke suami. Alhamdulillah ketika ada pre-order buku tentang topik ini, saya diijinkan suami untuk ikut. Begitu bukunya sampai, saya skimming bukunya dan bertekad untuk melakukan tips-tips yang ada di buku tersebut. Tentu, saya mengajak suami untuk ikut serta. Saya bercerita bahwa nanti salah satu tugas kuliah Bunda Sayang adalah membuat proyek keluarga dan, karenanya, saya mengusulkan budaya #menujuminimsampah ini menjadi proyek keluarga. Itung-itung untuk mengerjakan tugas kuliah juga. Hehehe. Jadi sekali dayung, dua tiga pulau terlewati.
Tapi begitulah, manusia hanya bisa berencana. Dalam rencana saya, proyek #menujuminimsampah akan kami sekeluarga laksanakan ketika sudah di Manokwari. Berhubung sekarang masih tinggal bersama orang tua di Malang, yang mana sepertinya agak lebih menantang untuk pelaksanaan proyeknya, saya memutuskan untuk menunda pelaksanaan proyek tersebut. Apalagi, durasi game proyek keluarga ini ternyata barengan dengan kepulangan suami dari Manokwari. Yeayy. Alhamdulillah..
Saya sempat bingung juga tentang proyek keluarga apa yang harus kami lakukan, mengingat dalam 2 minggu ke depan, kami akan bersilaturahim ke beberapa tempat. Ceritanya, mumpung di Jawa, mumpung dekat dengan keluarga, sebelum nantinya saya dan anak-anak akan ikut suami ke Manokwari juga. Setelah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan suami, beliau usul jika tema proyeknya adalah Proyek Edukasi Liburan, yaitu sambil berlibur, kami juga akan belajar banyak hal. Hmm, boleh juga usul pak suami ini.
Maka, setelah berpikir seharian, saya memutuskan bahwa tema proyek kami adalah Observasi bersama Ayah. Kenapa ayah? Apakah ibu tidak ikut? Tentu saja ibu ikut, tetapi ayah adalah aktor utamanya. Ini semacam ayah "membayar hutang" bonding terhadap anak-anak. Yang selama ini ketemu via video call, maka kali ini insyaaAllah ketemu beneran, bercengkrama, dan bereksplorasi bersama-sama.
Karena suami insyaaAllah akan datang besok, maka tidak banyak yang saya lakukan hari ini. Saya hanya membuat rencana kasar tentang kegiatan apa saja yang akan kami lakukan serta mengingatkan suami untuk membawa beberapa barang yang diperlukan (packing). Sesekali saya menggoda Zizi dengan menanyakan apakah dia kangen ayahnya atau tidak. Dan bertanya, kira-kira kapan ayahnya pulang. Oia, Zizi belum kami beritahu bahwa ayahnya insyaaAllah akan datang besok. Jadi, ini semacam kejutan manis untuknya. Hehehe.
Tidak sabar menanti besok. Fii amanillah, Suami. Semoga selamat sampai tujuan.
#HariKe1
#Tantangan10Hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Komentar
Posting Komentar