Langsung ke konten utama

Terharu Saat Melihat Film #Zizi

Assalamu'alaikum, hai..

Kata mbah uti, Zizi ini persis jaman saya masih kecil : gampang nangis yaaa kalo saya sih sampe sekarang masih gampang nangis juga sih..hehe Disenggol teman, nangis. Rebutan mainan, nangis. Pinjem mainan teman dan ndak dipinjemin, nangis. Kalo kata tetangga sebelah, hatinya Zizi ini ibarat kaca, nggak bisa digores tanpa menimbulkan luka. Cieeeilahh.. Hahahaa. Nah itu efek negatifnya ya. Efek positifnya, alhamdulillah dia lebih mudah berempati. Kalau pas situasi hatinya oke, dia mudah diajak berbagi. Diberi gambaran tentang anak-anak yang kekurangan makan, kemudian diarahkan untuk bersyukur kepada Allah terhadap makanan yang ada, dia juga lebih mudah melakukan. Alhamdulillah..

Ngomong-ngomong tentang berempati, Zizi kalau pas konsentrasi tinggi, juga mudah berempati pada tokoh di film yang ditontonnya. Salah satunya terjadi kemarin, kerika dia melihat film Tayo. Di situ dikisahkan ada tokoh perempuan yang mainannya hilang. Rupanya mainannya yang hilang itu akhirnya menjadi ratu di dimensi lain. Ratu ini, karena pengalaman buruknya, membenci manusia. Takdir akhirnya mempertemukan ratu ini dengan tokoh perempuan itu kembali dalam kondisi menyedihkan : mobil dalam kondisi terluka (mobil bisa terluka? udah, iya-in aja.hehe) dan si tokoh perempuan berusaha menyelamatkan mobil tersebut. Seakan kurang dramatis, keduanya berada di bawah menara yang sudah hampir roboh. Dialog yang ada pun mendukung adegan yang terjadi. Waktu itu, saya dan suami berada di kamar, bersenda gurau dengan Thariq. Nah, suami entah ada perlu apa tiba-tiba keluar kamar. Beliau melihat Zizi memgusap-usap matanya. Beliaupun kembali ke kamar.

Suami : "Zizi nangis deh koyoke." (sambil setengah berbisik)
Saya : "Mosok se?"
Suami : "La iku mripate diucek-ucek."
Saya : "Ngantuk palingan."

Lalu suami mencoba mengkonfirmasi kepada Zizi. 

Suami : "Zi, kamu nangis ta?"
Zizi : "Enggak"
Suami : "La itu ucek-ucek mata."

Zizi yang malu langsung bergerak memukul ayahnya dan menuju tempat tidur. Hehehe, kalau lihat bahasa tubuhnya berarti memang mungkin sempat menangis.

Di kamar, saya pun bertanya padanya.

Saya : "Zizi nangis kah?"
Zizi : "Enggak."
Saya : "Zizi sedih lihat filmnya?"
Zizi : "Enggak" (konsisten ya sis..hahaha)
Saya : "Nggak apa-apa kalau memang nangis, kan sedih. Tapi nangisnya sebentar aja yaa."
Zizi : "Aku nggak nangis."
Saya : "Ooo ya wes, tak kira Zizi nangis. Hehe."

Ya ya ya.. Orang tuanya sih menilai dia masih anak kicik, ehh ternyata sudah punya malu juga. Hehehe.. Jangan cepat besar dulu, Nak..


#Harike10
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajar
#KuliahBunSayIIP

Thanks for reading, wassalamu'alaikum..^^

Komentar