Langsung ke konten utama

Matematika? Siapa Takut #harike5

Assalamu'alaikum, hai..

Hari ini Bu Kasub datang. Seperti biasa, kedatangan beliau selalu beserta oleh-oleh. Hehehe. Kali ini beliau membawakan kripik serta roti boi. Iya, roti bundar ber-toping kopi dengan isian mentega itu. Zizi senang sekali melihatnya.

Zizi   : Wah, ini seperti roti awan ya, Buk.
Ibuk : Iya ta?
Zizi   : Iyaaa
Ibuk : Ayo kita makan yuk. Eh, tapi dipotong-potong dulu saja yaa..
Zizi   : Iya..

Ibuk pun beranjak ke dapur.

Zizi : Ibuk, dipotong seperti pizza ya, yang bentuk segitiga. *setengah berteriak karena dia tetap di ruang tengah
Ibuk : Iyaa..

Lalu, ibuk kembali ke ruang tengah sambil membawa roti yang sudah dipotong menjadi delapan.

Zizi : Wahhh, seperti pizza yaa.. *mata berbinar-binar seolah bertemu harta karun 😂
Ibuk : Iya, seperti pizza, segitiga.
Zizi : Ini buat aku, ibuk, Thariq, ayah, aku, ibuk, Thariq, ayah. Wah, dapat dua ya, Buk.
Ibuk : Iya. Ayok makan yuk. Bismillah..

Kami pun menikmati roti boi itu. Alhamdulillah, nikmatnyaa. Zizi lahap sekali. Satu potong habis, dia lalu mengambil jatahnya lagi.

Zizi : *melihat ke piring* Tinggal satu. Punya Thariq ya. Punyaku sudah habis.

Lalu, saya membagi sisa roti tersebut menjadi tiga. Masing-masing saya berikan untuk Zizi, ayahnya, dan saya sendiri.

Ibuk : Adek Thariq masih kecil, ndak boleh maem banyak-banyak manis. *sambil menyuap potongan kecil roti ke mulut Zizi

Alhamdulillah, terima kasih, Bu Kasub. Kami jadi belajar matematika dari oleh-oleh anda. Hihihi.. 😁

#Harike5
#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Thanks for reading, wassalamu'alaikum..^^

P.s. : Ndak sempat moto rotinya, keburu dimakan soalnya. Hahaha 😂

Komentar