Langsung ke konten utama

Biskuit dari Tanah

Assalamu'alaikum, hai..

Makan sendiri adalah, barangkali, aktivitas yang tidak disukai Zizi. Pun bagi saya dan ayahnya sebagai pihak yang memberinya makan. Setiap hari kami hampir selalu mengomel setiap kali menemani Zizi makan. 😅

"Zi, dikunyah.."
"Zi, ayo cepetan.."
"Zi, ndak habis ndak ada kue lo yaaa.."

Beragam cara, yang kami tahu, sudah kami lakukan untuk membuatnya mau berusaha menghabiskan makanannya. Mulai dari iming-iming hadiah berupa susu dan aneka camilan (donat, es krim, kripik, you named it), sounding setiap hari, baca buku atau pun menceritakan tentang pentingnya makan, sampaii ancaman (hahahaa..jangan ditiru yaaa). Tapi progres pembelajarannya berjalan lambat sekali.

Pernah suatu kali, saya dan ayahnya menceritakan tentang kondisi kelaparan di daerah Afrika. Saking ndak ada makanan untuk dimakan, para ibu membuat kudapan istimewa untuk anak-anaknya, yaitu biskuit yang terbuat dari tanah. Iya, tanah digali kemudian diambil. Setelah itu, dicampurkan air di tanah itu hingga membentuk adonan. Beberapa ibu terkadang menambahkan garam hanya untuk sekedar memberinya rasa. Setelah tercampur, adonan tanah itu kemudian disusun di atas semacam loyang. Adonan itu lalu dibentuk bundar tipis, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, biskuit itu lalu dimakan. Tak hanya bercerita, kami pun menunjukkan padanya video yang meliput hal tersebut.

Zizi : Kenapa kok makan tanah? Memangnya enak kah, Buk?
Ibu : Ya ndak enak, Zi. Apalagi itu bisa ada telur cacing, ada kuman dan bakteri. Tapi mau gimana lagi, mereka ndak punya makanan. Kasihan, kan, Zi?
Zizi : Iya. Aku ndak ndak mau makan biskuit itu.
Ibu : Iya, semoga kita ndak makan ya. Jadi, Mbak Zizi harus bersyukur karena dikasih makanan oleh Allah. Ada nasi, sayur, tempe, telur. Itu kan rejeki dari Allah.
Zizi : Iya 
Ayah : Kalau bersyukur kepada Allah itu, caranya ya dengan menghabiskan makanan, Zi.
Zizi : Iya, kayak Omar dan Hana ya.
Ayah : Betul. Kalau makanannya ndak habis, berarti mubadzir, kan. Mubadzir itu temannya siapa?
Zizi : Temannya setan.
Ayah : Yak betul. Zizi mau jadi temannya setan? Ayah sih nggak mau.
Zizi : Nggak mauuuuu..
Ayah : Okee. Jadi harus apa? Habiskan..
Zizi : Makanan..

#Harike5
#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Thanks for reading, wassalamu'alaikum..^^

Komentar